Dari dulu aku tak pernah berhenti berdoa
agar suatu hari nanti impian kembali ke kehidupanku
Tapi rupanya waktu telah mengubah segalanya.
walau mimpi sudah kembali tapi impian bukan mimpi yang dulu.
Bukan mimpi yang milik aku sepenuhnya
sekarang milik orang lain.
Milikpara hartawann,yang di benci dengan segenap jiwa raganya
Karerna hartawan dan orang berlembaga itula yang sudah merebut jerih payah
ku dari sisiku
dan kebencian yang berkobar di hati ku,menjulang seperti benteng api di
tengah tengah kami
membuat jarak antara aku dan mimpiku tidak terseberangi.
Seandainya saja aku bisa memutar balik waktu,maka akan kuputar
hari hari,aku tidak ingin banyak hal.
Aku cuma ingin sekolah dengan baik tanpa buang buang waktu yang tak terbandingi
sama seperti dulu,tanpa ada kebencian
yang menghalangi,tanpa ada pertengkaran yang menghantui.